Hikmah dan Keutamaan Berqurban

Ibadah berqurban memiliki hukum sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Di semasa hidupnya, Rasulullah Saw, tidak pernah sekalipun melewatkan ibadah qurban hingga ia dipanggil oleh Allah Swt. Hukum ibadah qurban sendiri diwajibkan bagi muslim yang mampu secara finansial dan tidak sedang bepergian atau safar, yang mana hal ini ditegaskan oleh Imam Abu Hanifah (Ibnu Rusyd al-Hafid: tth: 1/314).

Hari Raya Idul Adha pada tahun ini akan jatuh pada tanggal 31 Juli 2020. Meskipun masih di tengah kondisi pandemi di mana perayaannya tidak bisa semeriah biasannya, namun esensi dari qurban itu sendiri tentu tidak akan hilang. Berikut adalah beberapa hikmah dan keutamaan berqurban yang dapat kita resapi agar esensi qurban sendiri tidak hilang meskipun kita merayakannya di tengah pandemi:

  1. Hikmah untuk Selalu Ikhlas dan Sabar

Ibadah qurban sendiri berawal dari kisah kebesaran jiwa Nabi Ibrahim As yang diperintahkan oleh Allah Swt untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail As, yang baru berusia 13 tahun. Ketika mendapat perintah itu, bukannya merasa tidak rela, tetapi ia malah ikhlas untuk melepas putranya demi menunaikan firman Allah Swt.

Tidak hanya Nabi Ibrahim As yang dapat dijadikan panutan dari kisah ini. Nabi Ismail As pun memiliki kesabaran dan keikhlasan yang tinggi ketika ia ikhlas dan juga sabar untuk menunaikan perintah Allah Swt yang disampaikan melalui orang tuanya.

Pada akhirnya, keikhlasan dan kesabaran mereka dibalas dengan hal yang baik oleh Allah Swt, yang menjadi awal dari perayaan qurban setiap tahunnya.

  1. Qurban Dapat Menjadi Saksi Amal Baik Manusia di Akhirat

Terdapat salah satu hadist tentang qurban yang menjelaskan bahwa jika kita berqurban, maka hewan qurban kita akan menjadi saksi amal baik kita di akhirat:

 

“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada Hari Raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah Swt dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah Swt sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadist Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117).

 

  1. Meningkatkan Kepedulian pada Sesama

Melalui berqurban, kita membagikan daging hasil qurban kita pada warga-warga yang membutuhkan. Sedikit yang tahu, bahwa warga-warga yang membutuhkan ini memang jarang untuk mengkonsumsi daging merah setiap harinya. Bsa dibilang, bahkan hanya setahun sekali. Melalui program Qurban Desa kami, kita semua akan disadarkan terkait pentingnya kepedulian terhadap sesame.

 

Sekian beberapa hikmah dan juga keutamaan yang dapat kita ambil dari ibadah qurban. Semoga setelah membaca ini kita dapat menekuni hikmah dan juga keutamaan dari ibadah qurban meskipun di tengah pandemic.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib dibuat.

Chat WhatsApp